4 Buka-bukaan Istri Poltak Gegara Suami Tewas Ditembak

NASIONAL352 views
Mobil yang ditumpangi Poltak Pasaribu dan kawan-kawannya (dok ist/detikcom)

JAKARTA (MS) – Poltak Pasaribu menjadi korban tewas dalam peristiwa penembakan oleh anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS, di Exit Tol Bintaro. Sang istri membuka semua hal seputar peristiwa ini.
Istri Poltak, Listi boru Silitonga, membantah beberapa pengakuan pihak Polda Metro Jaya. Berikut ini beberapa bantahannya.

1. Tidak membawa senjata
Listi mengatakan bahwa Poltak dan kawan-kawannya tidak membawa senjata. Menurutnya polisi hanya membela diri.

“Saya nggak terima, polisi membela diri. Orang ini (Poltak Pasaribu dkk) nggak ada senjatanya. Pembelaan diri doang ini polisinya, si pelaku,” kata Listi saat dihubungi detikcom lewat telepon, Rabu (1/12/2021).

Listi mengatakan mendapatkan cerita langsung dari Charles, pria yang menyopiri suaminya Poltak Pasaribu saat kejadian, juga dari M Aruan, korban lainnya yang terkena tembakan dan masih dirawat di rumah sakit.

2. Poltak membututi seseorang
Dari cerita yang diterima Listi, suaminya Poltak Pasaribu dkk saat itu sedang membuntuti seseorang terkait kasus pejabat yang disebut membawa istri orang. Pejabat yang dimaksud ini disebut-sebut merupakan pejabat di DKI Jakarta, namun bukan dari eksekutif.

Saat Poltak Pasaribu dkk membuntuti di jalan menggunakan mobil, polisi yang disebut pihak Polda Metro Jaya sebagai Ipda OS ini menyuruh mereka menepi di pinggir jalan tol. Setelah menepi, tidak disangka-sangka, Ipda OS ini langsung melepas tembakan.

“Agak minggir-lah orang ini di depan. Turunlah satu si pelaku ini. Orang itu nggak tahu itu polisi kan. Langsung ditembak dari belakang. Datang sopir yang depan dikiranya pelurunya ini (ditembakkan-red) ke atas. Setelah itu bapaknya (Poltak Pasaribu) bilang, ‘Aduh, saya ditembak, saya kena’. Kelihatan kan di belakang mobil itu bekas pelurunya,” papar Listi.

Listi mengatakan Poltak Pasaribu bersama tiga orang lainnya dalam mobil LCGC warna hitam yang ditumpangi tersebut. Mobil disopiri Charles, sementara Poltak Pasaribu dan M Aruan duduk di bagian belakang sopir. Saat ditanya siapa satu orang lagi dalam mobil tersebut, Listi mengaku tidak tahu.

3. Foto mobil dengan lubang tembakan
Listi juga menunjukkan sejumlah foto mobil yang ditumpangi Poltak Pasaribu dkk. Foto itu mereka ambil diam-diam saat mobil itu masih terparkir di RS Pelni, Jakarta Barat, Jumat (26/11) malam. Poltak Pasaribu dkk saat itu dibawa ke rumah sakit tersebut tidak lama setelah peristiwa penembakan terjadi. Saat itu, menurut Listi, ada banyak polisi di lokasi.

Dalam foto-foto yang ditunjukkan Listi, memang tampak ada satu lubang bekas tembakan di bagian kiri belakang mobil warna hitam tersebut. Menurut Listi, peluru itulah yang tembus langsung mengenai suaminya.

“Belum sempat orang itu (Poltak Pasaribu dkk) bertanya ini siapa. Tadinya kan (semestinya) komunikasi dululah. Ini langsung ditembak katanya. Turun si pelaku langsung ditembakkan,” ujarnya.

“Cuma di TV kenapa dibilang seakan-akan polisi membela diri karena ada perlawanan. Nggak ada,” sambungnya.

4. Listi heran mengapa pengungkapan pelaku lama
Listi menambahkan, dirinya sejak awal heran mengapa pihak Polda Metro Jaya lama mengungkap ke publik siapa pelaku penembakan ini. Padahal polisi sejak awal bisa memeriksa CCTV dan sudah mendapat keterangan dari saksi hidup dan saksi korban.

“Aku bingungnya kenapa lama diusut. Dari situ saya memang sudah tanda tanya, itu kan katanya karena nggak ada pengaduan keluarga, kata pihak polisi. Padahal kan setelah polisi datang ke rumah sakit sudah tahu dong TKP di mana, udah diwawancarai sopir, udah dibawa korban dua. Kenapa dilama-lamain,” ucapnya.

“Kan bisa saja langsung buka CCTV. Ini kan didiamin. Dari situ kita udah tanda tanya memang,” sambungnya lagi.

Listi berharap keadilan ditegakkan. Dia meminta kasus ini diusut tuntas, termasuk motif pelaku sampai tega menembak mati suaminya.

Harus diusut sampai tuntas apa penyebab dan motifnya.

Tanggapan Polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Penyidik saat ini masih menggali motif hingga kronologi terjadinya peristiwa penembakan tersebut.

“Nanti, terkait motif, saya belum bisa sampaikan. Kan kasus ini masih berproses, ya kan. Yang jelas dari kepolisian sudah bisa menyampaikan ke publik bahwa kasus ini sudah ditangani. Artinya, pelaku penembakan sudah bisa diketahui,” kata Zulpan saat dihubungi detikcom, Rabu (1/12/2021).

Zulpan meminta semua pihak menunggu proses penyelidikan yang dilakukan penyidik. Hasil penyelidikan itulah yang nantinya akan disampaikan, sehingga tidak ada kesimpulan prematur terkait pengungkapan kasus tersebut.

“Adapun yang lain-lain, terkait motif, kronologi terjadinya penembakan, dan apa yang diklaim dari istri korban almarhum, nanti kita lihat. Penyidik yang akan nanti lebih tahu yang akan melakukan pemeriksaan,” terang Zulpan.

“Nanti kan di situ kan akan dilakukan olah TKP secara benar, nanti ada uji balistik terkait proyektil. Jadi jangan terlalu dini prematur menyimpulkan seperti itu,” tambahnya.

Dia memastikan proses penyelidikan yang tengah berjalan saat ini akan dilakukan secara transparan dan adil kepada semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Yang jelas, kasus ini, Polda Metro akan menangani secara profesional dan akan menegakkan penegakan hukum yang berkeadilan bagi semua pihak,” ujar Zulpan.(detiknews).

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed