TELUKDALAM (mimbarsumut.com) – Prajurit Lanal Nias yang juga merupakan Bintara Potensi Maritim (Babinpotmar) Lanal Nias mengikuti Penataran Kemampuan Potensi Maritim Tersebar dari Spotmaral (Staf Potensi Maritim TNI AL) Markas Besar TNI Angkatan Laut Jakarta. Kegiatan Tarpuan Potmar Tersebar tersebut dilaksanakan di ruangan Bima Mako Lanal Nias.
Sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah Paban II Puan Potmar Kolonel Laut (P) Mulyadi, Pabandya Kommas Ban IV Spotmar Letkol Laut (KH) Ferry Tabas, Pabandya Binor dan Dokpenak Letkol Laut (P) Hendrik K. Sementara nara sumber dari Kodim Nias adalah Kapten Inf Yustinus Waruwu SE yang sehari-hari menjabat sebagai Perwira Penghubung Kodim 0213/Nias.
Adapun pembekalan materi yang diberikan kepada para Babinpotmar Lanal Nias adalah Pembekalan Materi Dawilhanla, Pembekalan Materi Tahwilmar, Pembekalan Materi Komsosmar, Pembekalan Materi Bakti TNI AL, Pembekalan Materi KBN (Kampung Bahari Nusantara), Materi Talak binter dan Lima Puanter.
Dalam paparannya Pabandya Kommas Ban IV Spotmar Letkol Laut (KH) Ferry Tabas mengatakan bahwa Staf Potensi Maritim TNI AL bertugas membantu Kasal dalam menyelenggarakan fungsi Staff Umum Angkatan Laut di bidang teritorial matra laut, antara lain perencanaan program dan anggaran, pembinaan kemampuan teritorial, pembinaan ketahanan wilayah, pembinaan komunikasi sosial, pembinaan Bhakti TNI AL, pembinaan pertahanan laut dan pulau-pulau terluar.
Sementara itu Pabandya Komnas Ban IV Spotmar mengatakan bahwa tujuan dari Kampung Bahari Nusantara yaitu mampu mewujudkan kampung yang mampu menjadi wadah kemanunggalan TNI dan rakyat dalam rangka mengembangkan pelaksanaan tugas Binpotmar untuk mengembangkan Potwilmar meliputi edukasi, ekonomi, pariwisata, kesehatan, ketahanan dan pertahanan yang kemudian terwujudnya jiwa juang yang tangguh dan kemanunggalan TNI dan rakyat.
Kapten Inf Yustinus Waruwu dari Kodim Nias memaparkan lima kemampuan teritorial yaitu kemampuan menggalang masyarakat teritorial, kemampuan manajemen teritorial, kemampuan pembinaan perlawanan rakyat, pembinaan kemampuan komunikasi sosial dan kemampuan ketatalaksanaan pembinaan teritorial.
Laporan : Duha