
BATUBARA (MS) – Menyikapi banyaknya keluhan warga yang mengeluhkan jalan rusak akibat dilalui kendaraan ODOL (Over Dimensi Over Load), pada tahun anggaran 2020 Pemkab Batubara membangun 4 portal di jalan kabupaten.
Namun warga seperti disodori informasi hoax terkait anggaran pembuatan 4 portal di empat tempat berbeda di wilayah Kab. Batubara hingga membingungkan warga dan netizen.
Pasalnya, beredar informasi biaya pembuatan portal yang bersumber dari APBD Batubara Tahun 2020 tersebut sebesar Rp. 400 juta. Bahkan terakhir warga dan netizen dikagetkan lagi dengan informasi yang menyebutkan biaya pembuatan satu portal sebesar Rp.160 juta.
Menyikapi kesimpangsiuran anggaran pembuatan 4 portal tersebut, melalui seluler Kadis Perhubungan Batubara Jhonnis Marpaung menjelaskan anggaran atau biaya sebenarnya.
“Itu tidak benar. Biaya pembuatan ke empat portal tersebut seluruhnya Rp. 160 juta dalam bentuk Penunjukan Langsung atau PL,” terang Jhonnis.
Dikatakan, keempat portal yang dibangun di 4 titik yakni Simpang Bandar Tinggi, Jalan Perintis Kemerdekaan di Blok 8 Limapuluh, Simpang Sei Bejangkar menuju Tinjoan dan Jalan Simpang Gambus menuju Kedai Sianam. Keempat portal tersebut menghabiskan anggaran cuma Rp. 160 Juta.
Keempat portal tersebut dibangun dengan sistim buka tutup bukan sistim portal paku mati.
Senada, kontraktor pengerjaan pembuatan keempat portal tersebut, Iqram dihubungi lewat seluler membenarkan anggaran pembuatan keempat portal hanya Rp. 160 juta.
“Iya. Benar. Anggaran keempat portal hanya Rp. 160 Juta. Jadi satu portal biayanya Rp. 40 juta ,” papar Iqram.
Laporan : Sutan S